Saturday, 20 December 2014
468 ads

Depresi Dapat Mengecilkan Volume Otak

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh ahli syaraf mendapatkan hasil yang mencengangkan yaitu bahwa depresi berat dan stres kronis dapat mengecilkan otak dikarenakan adanya penghalang pembentukan jaringan saraf baru di dalam otak. Adanya halangan didalam pembentukan jaringan saraf didalam otak ini akan menimbulkan efek gangguan jaringan dari fungsi mental dan emosi.

Terhalangnya pembentukan jaringan baru didalam jaringan otak inilah yang akan membuat pengecilan otak terjadi. Ini bisa menjelaskan mengapa orang dengan gangguan depresi utama akan menderita gangguan konsentrasi dan kehilangan memori, serta respons emosional yang tumpul.

Definisi Gangguan Depresi

Depresi merupakan gangguan mental yang diawali oleh terjadinya stres yang kronis. Didalam gangguan mental seperti ini orang yang menderita depresi akan merasa sedih, pesimis dan perasaan tidak senang. Penderita gangguan depresi akan kehilangan tenaga dan tidak bergairah untuk melakukan kegiatan, kurang nafsu makan, sakit kepala dan tidak dapat tidur.

Sensor Genetik GATA1

Berdasarkan hasil penelitian terjadi penekanan pada beberapa gen yang terlibat dalam sinapsis bangunan otak dan titik sambungan antara sel-sel otak, terhadap orang yang mengalami gangguan depresi secara berat. Penekanan ini berkontribusi untuk penyusutan korteks prefrontal otak.

Para peneliti di amerika menganalisis jaringan otak dari pasien yang meninggal setelah sebelumnya didiagnosa menderita gangguan depresi. Mereka menemukan tanda-tanda terjadinya pengurangan jumlah molekul aktivitas  dalam gen yang diperlukan untuk fungsi dan struktur sinapsis otak.

Bukti menunjuk keterlibatan sebuah sensor genetik tunggal, atau faktor transkripsi protein didalam gen yang disebut GATA1. Adanya aktifitas  GATA1 didalam gen mengakibatkan aktivitas jaringan gen berkurang dan memicu hilangnya koneksi otak.

Berdasarkan publikasi terbaru dari Jurnal Nature Medicine, pemimpin studi penelitian Profesor Ronald Duman, dari Yale University, mengatakan: “Kami ingin menguji gagasan bahwa depresi dan stres menyebabkan hilangnya sinapsis otak pada manusia. Kami ingin menunjukkan bahwa sirkuit yang biasanya terlibat dalam emosi, serta kognisi, terganggu ketika faktor transkripsi tunggal diaktifkan”.

Penelitian lebih lanjut pada tikus percobaan menunjukkan bahwa ketika GATA1 dinyalakan, tikus menunjukkan tanda-tanda depresi. Hal ini menunjukkan bahwa hilangnya sinapsis otak mungkin berhubungan dengan gejala depresi serta gangguan mental.

Dengan hasil penelitian yang dilakukan Prof Duman berharap bisa mengembangkan terapi antidepresan yang lebih efektif  untuk mengurangi resiko terjadinya pengecilan otak pada penderita depresi.



Halaman ini membahas tentang: pengecilan otak, penyebab pengecilan otak, penyakit pengecilan otak, Cara mengobati penyakit pengecilan otak, Pengecilan otak penyakit?, gejala pengecilan otak, pengecilan volume otak, penyebab pengecilan otak belakang, penyebab pengecilan otak pd anak kecil, pengobatan pengecilan otak, penyebab terjadi pengecilan otak, pengenyilan otak, pengecilanotak, pengecilan:otak, apakah defresi bisa menyebabkan kanker otak


468 ads

Related Posts to "Depresi Dapat Mengecilkan Volume Otak"

Response on "Depresi Dapat Mengecilkan Volume Otak"